Ini adalah desain awal teknologi dinding tirai. Dinding dipasang bagian demi bagian. Biasanya, elemen mullion (yang merupakan elemen vertikal) dipasang terlebih dahulu, diikuti oleh elemen transom (yang merupakan elemen rel horizontal), dan akhirnya unit kaca atau jendela. Namun, dalam desain yang menekankan garis horizontal, prosesnya dapat diubah untuk memasang transom yang lebih besar terlebih dahulu. Dalam kedua kasus tersebut, elemen transom dan mullion seringkali berupa bagian panjang yang dirancang untuk terputus atau diperpanjang di persimpangannya. Sistem dinding rangka digunakan secara luas pada tahun-tahun awal pengembangan dinding tirai logam, dan masih banyak digunakan dalam versi yang jauh lebih baik. Beberapa kontraktor menganggapnya lebih unggul daripada sistem lain. Karakteristik sistem ini adalah biaya pengiriman dan penanganan yang relatif rendah, karena ukurannya yang minimal, dan fakta bahwa sistem ini memungkinkan penyesuaian dimensi sampai batas tertentu terhadap kondisi lokasi. Kekurangannya adalah perlunya perakitan di lokasi konstruksi, bukan di bawah kondisi pabrik yang terkontrol, dan fakta bahwa pemasangan kaca sebelumnya jelas tidak mungkin dilakukan. Ekstrusi rangka tersedia secara komersial sehingga tidak perlu membayar cetakan atau profil baru. Sebagian besar kontraktor fasad sudah familiar dengan sistem ini. Cocok untuk etalase toko dan area kecil. Sistem rangka (stick system) adalah desain awal teknologi dinding tirai. Dinding dipasang bagian demi bagian, dengan elemen mullion (elemen vertikal) dipasang terlebih dahulu, diikuti oleh elemen transom (elemen rel horizontal), dan terakhir, unit kaca atau jendela. Namun, prosesnya dapat diubah dengan memasang transom yang lebih besar terlebih dahulu dalam desain yang menekankan garis horizontal. Dalam kedua kasus tersebut, elemen transom dan mullion seringkali berupa bagian panjang yang dirancang untuk terputus atau diperpanjang di persimpangannya.
Sistem dinding rangka (stick wall) banyak digunakan pada awal hingga pertengahan abad ke-20 untuk gedung perkantoran, bank, dan struktur komersial lainnya. Keuntungannya meliputi fleksibilitas dalam desain dan kemampuan untuk mengakomodasi perubahan selama konstruksi. Namun, sistem rangka memiliki beberapa kekurangan. Sistem ini lebih padat karya dan karenanya lebih mahal daripada sistem dinding tirai lainnya, serta lebih rentan terhadap beban angin dan gempa bumi. Selain itu, sambungan antar elemen merupakan sumber potensial infiltrasi air. Sistem rangka bukan lagi pilihan paling populer untuk konstruksi dinding tirai, tetapi masih digunakan dalam beberapa keadaan. Ketika suatu proyek membutuhkan tingkat kustomisasi yang tinggi atau struktur bangunan tidak dapat menopang berat sistem dinding tirai yang lebih modern, sistem rangka mungkin merupakan pilihan terbaik. Sistem ini terdiri dari rangka ekstrusi yang tersedia secara komersial, sehingga tidak perlu membayar untuk cetakan atau profil baru. Sebagian besar kontraktor fasad sudah familiar dengan sistem ini, yang cocok untuk etalase toko dan area kecil. Kekurangannya adalah perlunya perakitan di lokasi konstruksi daripada di bawah kondisi pabrik yang terkontrol, dan pemasangan kaca pra-konstruksi tidak mungkin dilakukan. Namun, biaya pengiriman dan penanganan yang relatif rendah karena ukurannya yang minimal, serta fakta bahwa sistem ini memungkinkan penyesuaian dimensi hingga tingkat tertentu sesuai dengan kondisi lokasi, menjadikannya pilihan populer untuk banyak proyek.